Komitmen Lapas Kalabahi dalam meningkatkan pelayanan dan target kinerja tahun 2026
Sebagai komitmen dukungan terhadap program Ketahanan Pangan di Lapas Kalabahi.
Memberikan informasi sekaligus membangun sinergitas ke masyarakat sekitar terkait pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan.
Lapas Kalabahi berkomitmen untuk menjamin hak Warga Binaan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal.
Bukti nyata dukungan terhadap program pembinaan asimilasi di Lapas Kalabahi
Kalabahi_Senin (15/08/22) Kementerian Hukum dan HAM RI terus berproses menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini ditunjukan dengan semakin baiknya fasilitas dan pelayanan yang diberikan. Selain fasilitas dan pelayanan yang dibenahi, Kemenkumham juga selalu berkomitmen memberikan informasi yang akurat dan akuntabel untuk disajikan kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mengetahui layanan apa saja yang diberikan oleh Kemenkumham yang bisa digunakan oleh masyarakat.
Pagi ini, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Wawan Irawan bersama seluruh petugas kehumasan mengikuti Penguatan Tugas dan Fungsi Kehumasan bersama Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI, Andap Budhi Revianto secara Virtual melalui Aplikasi Zoom.
Kegiatan ini berpusat di Lounge Lantai 7 Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham RI dan diikuti oleh seluruh Kantor Wilayah di 33 Provinsi serta Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Imigrasi di seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI, Andap Budhi Revianto menyampaikan bahwa ada 5 hal yang diprioritaskan, yakni 1. Tugas dan Fungsi, 2. Pengembangan Lingkungan Strategis, 3. Strategi, 4. Public Relation (PR), 5. Implementasi.
"Pelaksanaan Tugas Pokok Kemenkumham terbagi menjadi 2 (dua), yaitu Tugas Pokok dan Tugas Mandatori. Tugas Pokok Kemenkumham di 11 Unit Eselon I dan Kantor Wilayah, UPT dan Jajarannya. Sedangkan Tugas Mandatori Kementerian dan Lembaga berhubungan dengan Polhukam (Politik Hukum dan Keamanan), PAN- R/B, Kementerian Keuangan, BPKP dan KPK," kata Andap.
Lebih lanjut, Andap menjelaskan bahwa memasuki Era Disrupsi (Perubahan Mendasar) pegawai Kemenkumham harus memiliki cara berpikir yang berbeda/Out of The Box. "Disrupsi dan Strategi menghadapinya dengan cara : 1. Terus berinovasi, 2. Jeli dalam memanfaatkan Teknologi, 3. Jangan cepat merasa Puas. Di Era Globalisasi 4.0 dan dalam proses memasuki Era 5.0 membutuhkan kecepatan yang tak kalah penting butuh perubahan Mindset dijabarkan dengan Implementasi di Lapangan. Pada Kenyataannya dilapangan terdapat beberapa generasi dalam implementasinya, yaitu : 1. Generasi Baby Boomer, 2. Generasi X, 3. Generasi Y, 4. Generasi Z, 5. Generasi Alpha (A)," jelasnya.
Kecepatan informasi menurut Andap dilapangan harus merata, untuk itu harus ada perubahan Mindset dari pimpinan untuk berfikir maju.
"Kita harus siap dengan adanya Cyber War yang terbagi menjadi Dark Theritory dan Information Politic. Untuk itu Andap mengharapkan jajarannya menguasai 2 (dua) Wilayah itu, sehingga kedepan kita bisa mengantisipasi masalah yang akan datang, untuk itu diharapkan setiap Pimpinan memiliki pola pikir yang Out of The Box," imbau Andap.
Andap juga menuturkan, "Humas tidak akan memenangkan Pertempuran, tetapi tanpa Humas, Pertempuran tidak akan dimenangkan. Untuk itu, pentingnya publikasi dengan memanfaatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Teori Gunung Es dalam Implementasinya harus dihindari, hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan publikasi yang benar kepada masyarakat, sehingga permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak muncul kembali ke permukaan untuk dijadikan konsumsi publik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Kemenkumham dapat terus dijaga dan dipertahankan. Mari berikanlah contoh dan arahan tugas yang terbaik dari unit yang terkecil. Pada prinsipnya mari kita jaga kepercayaan yang diberikan," tuturnya.
Pada bagian Public Relation, Andap meminta agar informasi yang disajikan harus utuh dan jangan sepenggal-sepenggal, sehingga menurutnya tidak menimbulkan multitafsir di masyarakat. "Untuk itu, penyampaian informasi secara menyeluruh sangat diperlukan untuk mendapatkan legitimasi di masyarakat, sehingga hal yang akan timbul adalah Trust atau Kepercayaan terhadap Kemenkumham," ungkapnya.
"Untuk itu, butuh 3 (tiga) langkah untuk mengimplementasikannya, yaitu ; 1. Ide, 2. Komitmen, dan 3. Eksekusi. Keberhasilan sebenarnya sangat sederhana. Apabila hanya Ide saja tanpa Komitmen dan Kemampuan Eksekusi, itu sama halnya omongan saja, dan pada akhirnya kita tidak akan pernah meraih keberhasilan. Kedepan, mari kita wujudkan Kementerian Hukum dan HAM menjadi Institusi yang selalu terdepan," pungkas Andap.
Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerjasama, Hantor Situmorang diakhir kegiatan menyampaikan hasil Evaluasi Website Kehumasan di 11 Unit Eselon I dan 33 Kantor Wilayah di seluruh Indonesia.
Menurut Hantor, ada beberapa hal yang diperlukan untuk penyempurnaan website yang dimiliki, sehingga data yang disajikan bisa lebih informatif dan mudah dikonsumsi oleh masyarakat. "Sebagai Rekomendasi, 1. Pastikan Informasi yang diberikan lengkap dan tepat, 2. Lakukan Update Informasi secara Berkala, 3. Pastikan Link dan Form dapat di Download oleh User," tutup Hantor.
Kalabahi_Senin (15/08/22) Dalam rangka menyongsong Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 Tahun 2022, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM menyelenggarakan kegiatan Webinar SDM Kemenkumham Berakhlak – Bangga Melayani Bangsa.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Wawan Irawan beserta seluruh jajaran.
Selaku keynote speaker, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM, Acep Kurnia dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini merupakan kegiatan dan program SDM BerAKHLAK dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dan Hari Dharma Karya Dhika ke-77 Tahun 2022.
"Webinar ini diikuti oleh seluruh pegawai Kemenkumham yang tersebar di 11 Unit Utama, 33 Kanwil, 873 Satuan Kerja Pemasyarakatan dan Imigrasi serta 18 Perwakilan Atase Imigrasi di luar negeri," tutur Acep.
Lebih lanjut, Acep menjelaskan bahwa BaerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. "Nilai-nilai dasar BerAKHLAK menjadi dasar penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung pencapaian kinerja individu dan tujuan organisasi atau instansi," jelasnya.
"Adanya core values ASN BerAKHLAK dan employer branding Bangga Melayani Bangsa ini diharapkan menjadi pondasi budaya kerja ASN yang profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. BerAKHLAK juga diharapkan dapat memperkuat peran ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa Indonesia yang kita cintai," pungkas Acep.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi seminar oleh 3 orang narasumber, yakni Ir. Razilu, M.Si selaku Inspektur Jenderal Kemenkumham yang membawakan materi tentang SDM Kemenkumham BerAKHLAK dan Berintegritas, DR. Alex Denni selaku Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan RB yang membawakan materi tentang Core Values ASN Bangga Melayani Bangsa, Eloy Zalukhu, MBA selaku Motivator dan Business Trainer Muda yang membawakan materi tentang Membangun Karakter BerAKHLAK SDM Kemenkumham.
Usai penyampaian materi, dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab antara para peserta seminar baik yang mengikuti secara onside maupun online dengan narasumber.
Diakhir kegiatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Wawan Irawan menyampaikan bahwa setelah mengikuti webinar, dirinya bersama seluruh jajaran tentu siap untuk menjadi ASN yang BerAKHLAK dan memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.
"Masyarakat yang harus kami berikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas itu adalah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan keluarga mereka yang datang berkunjung serta seluruh stakeholder terkait yang membutuhkan pelayanan," tutup Wawan.
Kalabahi_Sabtu (13/08/22) Dalam rangka menyemarakkan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 Tahun 2022, 27 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi mengikuti Lomba Pengayoman Virtual Run 2022 Sabang-Merauke, Miangas-Rote.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua bersama Lelarian Sana Sini (LSS) Papua dan diikuti oleh seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM di seluruh wilayah Indonesia.
Ajang olahraga yang bertajuk Pengayoman Virtual Run 2022 Sabang-Merauke, Miangas-Rote ini bertujuan Merangkai Indonesia dengan berlari pada titik terbanyak diseluruh Indonesia dengan Jumlah titik diantaranya Unit Utama (11), Kantor Wilayah (33), UPT Pemasyarakatan (685), UPT Imigrasi (143), BHP (5), Badan Diklat (3) serta Pos Lintas Batas Negara (18), dimana lokasi tersebut tersebar di seluruh Indonesia.
Pengayoman Virtual Run ini dilakukan dalam 2 kategori, yakni kategori 7,7 Km yang dilaksanakan hanya untuk hari ini saja dan kategori 19 Km yang dilaksanakan mulai hari ini Sabtu, 13 Agustus 2022 sampai dengan Selasa, 16 Agustus 2022.
Aplikasi yang digunakan sebagai alat pengukur jarak lari dan perekam hasil lari, yakni Strava/garmin/fitbit.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Kelas IIB Kalabahi, Hariyadi N. Maikameng menyampaikan bahwa peserta lomba pengayoman virtual run dari Lapas Kelas IIB Kalabahi sebanyak 27 orang pegawai yang menurutnya terbagi dalam 2 kategori, yakni sebanyak 24 orang pegawai untuk kategori 7,7 Km dan sebanyak 3 orang pegawai untuk kategori 19 Km.
"Mereka semuanya berlari dengan penuh semangat sampai menyelesaikan jarak tempuh yang ditentukan dan sangat yakin untuk meraih juara. Khusus untuk 3 orang pegawai yang mengikuti kategori 19 Km akan melanjutkannya besok pagi," ujar Hariyadi.
Lebih lanjut, Hariyadi menjelaskan bahwa dalam perlombaan pengayoman virtual run ini, baik untuk kategori run 7.7 Km maupun kategori run 19 Km, bagi 125 finisher pertama akan mendapatkan medali dan jersey dan peserta yang finish urutan 126-500 hanya mendapatkan Jersey.
Diakhir penyampaiannya, Hariyadi menyampaikan bahwa kepada seluruh peserta lomba yang berhasil menyelesaikan kategori lari akan mendapatkan sertifikat dari Persatuan Olahraga Pengayoman.
Kalabahi_Kamis (11/08/22) Dalam rangka menyambut Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 Tahun 2022, jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi menggelar kegiatan bakti sosial pembersihan taman makam pahlawan Malua Galiau Kabupaten Alor.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Wawan Irawan yang diawali dengan apel bersama dan diakhiri dengan foto bersama.
Petugas Lapas Kelas IIB Kalabahi dengan penuh semangat nasionalisme bersama-sama membersihkan rumput, memangkas bunga sekitar taman makam, membersihkan ranting dan dedaunan yang berguguran di sekitar taman makam, membakar sampah, serta mengecat tugu pahlawan dan nisan dalam taman makam.
Melalu kegiatan ini, Wawan berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar senantiasa dapat memelihara kebersihan lingkungannya masing-masing.
"Giat bakti sosial hari ini sebagai bentuk perhatian serta kepedulian kami Lapas Kalabahi terhadap keberadaan taman makam pahlawan Malua Galiau. Perbersihan taman makam pahlawan ini tidak hanya dilaksanakan untuk menyambut Hari Dharma Karya Dhika ke-77 Tahun 2022, tetapi lebih dari itu sebagai wujud rasa syukur dan nasionalisme Lapas Kalabahi dalam mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur atas perjuangan membela tanah air," pungkas Wawan.